Coding

Orang menyajikan teh ada macam-macam gayanya. Ada yang ditarik, ditubruk, dilindas tronton, eh. Demikian pula jomblowan dan jomblowati pun punya cara-cara sendiri untuk mengekspresikan kegalauannya, especially di socmed.

Ada yang bikin meme “menantu terbaik adalah sarjana teknik”, “menantu idaman adalah sarjana pendidikan”, dan yang semisal.

Ada pula yang main kode-kodean.

Ada yang bikin status mujmal (global, tidak tentu siapa yang dimaksud), ya semacam ngode gitu.

Apalagi kalau kode-kodean, lalu ditanggapi sama yang dikode, ya udah jadi main coding. Ngalahin anak IT yang lagi ngembangin web lah pokoknya.

Padahal, sejatinya itu tidak akan mengurangi kegalauan, kecuali sebentar saja.

Solusi yang permanen ya yang sesuai sabda Nabi:

Kami tidak melihat ada solusi bagi sepasang insan yang saling jatuh cinta selain menikah. (HR. Ibnu Majah)

Kalau belum mampu ya puasa. Kurangi ekspos kegalauan di muka umum, isi dengan kegiatan yang bermanfaat; belajar, kajian, menulis (bukan kode-kodean lho ya), dll.

Kok, jadi macam menasehati diri sendiri ya. Ya… memang itu tujuannya…

https://www%5B.%5Dfacebook%5B.%5Dcom/pujiantoalbandary/posts/974270532605727

Advertisements

Berikan tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s