Tutorial Buka Situs Islam yang Diblokir

HP Android Anda tidak bisa buka situs-situs berita Islam yang sedang
diblokir oleh musuh-musuh Islam?

Tidak usah panik karena khawatir ketinggalan berita Islam…!

Kabar gembira bagi pengguna Android…

Situs-situs tersebut hakikatnya tidak ditutup, tapi hanya diblokir oleh
operator penyedia layanan internet atas permintaan musuh-musuh Islam
akibatnya akses masyarakat ke situs-situs tersebut diblokir sehingga
situs-situs tersebut tidak bisa diakses.

Bagaimana solusinya? Di HP Android Anda masing-masing ada solusinya!!!

Silahkan install aplikasi VPN Master(Free unblock proxy) di HP Android
Anda cukup dengan klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=free.vpn.unblock.proxy.vpnmaster

Setelah terinstall,

1. Jalankan aplikasi.
2. Tekan tombol lingkaran yang bertuliskan “Touch to connect”
3. Centang kotak disebelah tulisan “Saya mempercayai aplikasi ini.”
4. Tekan tombol OK.
5. Ditunggu hingga proses setting selesai.
6. Tombol lingkaran berubah tulisan menjadi “Connected”.
7. Keluar dari aplikasi dan pastikan di bagian atas layar Android Anda
ada gambar kunci.
8. Silahkan dibuka lagi situs-situs berita Islam yang diblokir.

Bagi pengguna komputer Windows atau Linux silahkan download “Tor
Browser” di: https://www.torproject.org

Tinggal download saja dan diekstrak, tanpa harus diinstall.

Raihlah amal shalih dengan menyebarkan tutorial ini

Advertisements

Sabarlah Ibu

Di sebuah rumah kusam dengan dinding retak dengan penuh lubang tembakan. Duduk seorang pemuda dengan berhadapan seorang perempuan renta.

“Ibu sebentar lagi aku berangkat,” kata si pemuda sembari memeluk erat AK dipundaknya.

Dada perempuan itu sebak, namun ia coba untuk menguatkan diri dengan tersenyum.
“Berangkatlah nak dengan nama Allah, jaga kesucian niatmu, jangan pernah engkau bersikap lemah dan di medan pertempuran.” Continue reading

Mengenang Awal Mula Revolusi Suriah 15 Maret 2011

Oleh Ustadz Fathi Yazid Attamimi, Ketua Umum Misi Medis Suriah

Jumat itu, sedari pagi udara panas membakar hati muslimin Aleppo. Tak ada suara kecuali bisik-bisik di sudut gang serta desir angin yang menandai masuknya musim panas. Musim dingin yang masih menyisakan kesejukan tak mampu meredakan isi otak mereka yang lama sudah mendidih.

Telah sampai di telinga, pertempuran pecah di mana-mana! Di Banias, Syaikh Anas Airud memimpin pasukan kecilnya melabrak posisi-posisi tentara Syi’ah Nushairiah. Pertempuran pertama pecah di kolong jembatan, Ma’rakah Jisr yang terkenal itu.

Seribuan militer bersenjata lengkap disikat ratusan mujahidin amatir yang bahkan banyak dari mereka baru melihat senjata hari itu. Berbekal keikhlasan dan petunjuk alim ulama, kemenangan demi kemenangan Allah turunkan bagai hujan deras di musim kemarau! Mengherankan semua orang, sekaligus mengobarkan semangat kaum muslimin, dan memaksa setiap orang yang mengaku beragama Islam terlibat di dalamnya kalau tidak mau seumur hidup dicap banci!

Aksi Syaikh Anas berlanjut hingga seizin Allah menduduki barak militer di pinggiran kota, memaksa ribuan tentara rezim eksodus, kocar kacir kalah kuat melawan peluru dan teriakan takbir petani, tukang angon kambing, tukang koran, guru ngaji, sampai tukang sapu jalan yang dalam semalam langsung menjelma jadi mujahidin hebat!

Di kota-kota lain demikian pula kisahnya. Penduduk Hama yang dikenal bertipikal lugu, polos dan kadang mudah dibahluli. Tak disangka tak dikira malah terdepan mengobrak-abrik kekuatan besar pasukan rezim yang berpusat di tengah kota! Para serdadu Syi’ah profesional itu terkencing-kencing menghadapi moncong-moncong AK-47 yang dibungkus tauhid dan kemarahan karena Allah!

Dalam seminggu, Hama, yang merupakan salah satu basis terbesar Ikhwanul Muslimin di Suriah, berhasil dikendalikan mujahidin hingga rezim harus meluncurkan jet-jet tempur mereka, membombardir gila-gilaan setiap kerumunan yang berada di jalanan demi melemahkan mental para pejuang!

Berita-berita heroik yang berhembus di pasar-pasar, di kedai kopi, di kamar-kamar hotel, di masjid-masjid, di mana-mana! Dibawa angin bercampur bau mesiu memenuhi kota Aleppo.

Awal revolusi Suriah, selama berminggu-minggu jatuh korban setiap hari karena semua demonstrasi damai dihadapi rezim dengan bidikan sniper dari gedung-gedung tinggi.

Bahkan ledakan mortir serta roket! Anak-anak kecil bergelimpangan, wanita dan orang tua tumbang berdarah-darah, serta para pemuda diselimuti debu ketika mengevakuasi korban dari gedung-gedung yang runtuh dihajar roket!

Suara-suara kebaikan tak lagi didengar Basyar al-Assad (LA), kepalanya dipenuhi ide gila bumi hangus warganya sendiri demi mempertahankan kekuasaan! Maka dua jam sebelum khutbah dimulai masjid agung Aleppo sudah penuh oleh jamaah.

Mereka menanti apa yang akan diserukan para ulama. Karena tinggal para ulama yang mereka percayai akan memimpin Suriah masa depan dalam naungan Islam.

Doa-doa dilantunkan sepanjang hari. Lengan-lengan kaum muslimin berusaha menjangkau langit dalam permohonan mereka pada Allah.

“Yang akan terjadi, terjadilah! Tapi beri kami kekuatan menghadapi masa depan sepahit apapun ya Allah…!”

Lalu dari samping mimbar naik seorang ulama menyeret bungkusan karung besar dan berat. Beliau yang akan berkhutbah dan memimpin shalat jumat. Selain itu beliau pula yang akan menyampaikan hasil musyawarah dewan ulama Kota Aleppo.

Khutbah dimulai berapi-api. Ayat-ayat jihad dibacakan, nasehat-nasehat untuk bersabar dilantunkan, dan surga beserta isinya digambarkan oleh khatib sebagai ganjaran bagi orang-orang yang syahid.

Mafhum lah hadirin, perang akan segera pecah di Aleppo! Suasana tegang, beberapa jamaah terbawa suasana, setiap khatib bertakbir, mereka ikut bertakbir.

Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!

Mari kita perang!

Tapi kapan?

Sebelum khutbah berakhir, khatib membuka bungkusan besar yang ia bawa tadi. Didahului teriakan takbir yang keras dan membakar, ia acungkan tinggi-tinggi isi bungkusan miliknya!

AK-47!

Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!

Hayya a’lal jihaaaddd…!!!
Khaibar khaibar ya Yahuuud !
Jaisyu Muhammad sauda ya’uuuddd…!
Allahu Akbar…!!!

Bacaan shalat sang imam gaduh oleh isak tangis para jamaah di belakangnya, ayat-ayat jihad yang dibaca semakin menghanyutkan para pendengar pada kondisi emosional tertinggi!

Selesai shalat ratusan pucuk senjata dibagikan pada jamaah masjid. Para ayah pulang berpamitan pada anak istrinya. Para pemuda mencium tangan orang tuanya lama-lama, semoga doa restu menuntun langkah mereka pada kemenangan dunia serta akhirat!

Dan para pedagang menutup tokonya dengan tulisan:

“Tutup untuk berjihad!”

“Tutup sampai Assad mati atau kami yang mati!”

Air mata tumpah di mana-mana, melepas kepergian anggota keluarga yang mungkin tidak akan dijumpai lagi! Sebagian ibu berhati singa melepas anaknya dengan syukuran kecil-kecilan, bagi-bagi permen berikut seisi kulkas di jalan-jalan.

Dan para istri mengalungkan syal bertuliskan kalimat syahadat di leher kekasihnya sambil mengantar mereka bergabung dengan kelompok masing-masing!

Ini situasi yang belum pernah terjadi, aura jihad yang menggetarkan! Penuh romantisme dan mengharukan!

Sore itu pecah baku tembak pertama di Kota Aleppo. Gugur bunga-bunga keharibaan, menemui Sang Pencipta Yang Maha Menjanjikan bahwa kebatilan akan kalah oleh yang hak!!!

Hingga 14 Maret 2015, 4 tahun kemudian, romantisme dan jihad di Aleppo belum juga usai. Bahkan alur cerita macam sinetron yang berpanjang-panjang dan menggelinjang tak berkesudahan terus meluluhlantakkan kota tua bersejarah itu hingga ke puing-puing terakhirnya.

Mari! Kita panjatkan doa sepenuh hati, untuk kemenangan kaum muslimin di Suriah serta medan jihad manapun!

Allahummanshur ikhwaananal mujaahidiina fii Suuriah! Wa fii Falistiin! Wa fii Afghaaan! Wa fii kulli makaaan…!

Demonstrasi damai

 

Tuntutan turunnya diktator Assad

 

Salah satu sudut kota setelah pertempuran

 

Seorang pejuang tertembak, disambut pekikan “Allahu Akbar!” oleh kawan-kawannya! #MujahidinRakyat

 

https://www.facebook.com/aburambo.attamimi/posts/1556690751263462 dan https://www.facebook.com/risalahnews/posts/682098305229040

(Sedikit ada suntingan)

[Klarifikasi] Saya Bukan Orang HTI

بسم الله الرحمن الرحيم

Saya tidak tahu yang mengatakan bahwa saya orang HTI1 itu mendapatkan informasi dari mana. Bahkan fulan/fulanah (yang mengatakan demikian) pun tidak mengklarifikasikannya langsung kepada saya. Dahulu, saya baru tahu jika ada yang mengatakan bahwa saya orang HTI pun dari kawan saya. Karena kawan saya itulah yang justru tabayyun (klarifikasi) langsung kepada saya. Maka saya jawab kepada kawan saya itu bahwa saya bukanlah orang HTI. Ketika saya menanyakan siapa yang “menuduh” saya orang HTI itu, kawan saya tidak berani menjawab. Saya khusudzan saja, mungkin agar tidak semakin pelik masalahnya. Itu terjadi ketika masih awal-awal kuliah.

Kini, belum lama ini, kasus yang sama terjadi lagi. Lagi-lagi tidak klarifikasi langsung kepada saya. Dan lagi, yang klarifikasi langsung justru kawan saya. Tetapi kali ini beda orang dengan yang kasus awal. Dan sama, ketika saya tanya siapa sih yang mengatakan demikian?! Kawan saya tersebut tidak mau menyebutkannya pula.

Baiklah, agar tidak semakin menyebar isu ini. Maka perlu bagi saya untuk melakukan klarifikasi meskipun saya sendiri masih belum tahu secara pasti siapa yang mengatakan demikian. Karena bagi saya, meskipun tidak mengetahui fulan/fulanah tersebut, perlu untuk melakukan klarifikasi agar tidak semakin meluas isu ini. Semoga ini menjadi pelajaran bagi siapa saja.

HTI sebagai sebuah organisasi, tentunya seseorang akan dianggap sebagai orangnya (anggotanya) yaitu yang terdaftar sebagai anggotanya. Maka, perlu untuk diketahui bahwa saya bukanlah anggota HTI. Silahkan bisa dicek langsung ke pengurus HTI.

Jangankan sebagai anggota, mengikuti kegiatan-kegiatannya saja saya belum pernah. Baik itu yang di kampus ataupun di luar kampus. Baik itu yang berupa halaqoh, kajian, training, aksi di jalan, seminar, dan yang lainnya.

Lantas, sebab apa mengatakan saya orang HTI? Ini yang membuat saya sendiri bingung. Continue reading

Jadwal Kajian Safari Dakwah Ustadz Badru Salam, Lc di Semarang

Jadwal kajian Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc hafizhahullah di Semarang pada hari Kamis, 11 Desember 2014, insyaa Allah sebagai berikut:

  1. Ba’da Dhuhur di Masjid Nurussunnah Semarang. (Khususnya para Guru TK, SD, SMP dan masyarakat umum putra dan putri).
  2. Ba’da Ashar di rumah Bapak Imron, Jl. Rasamala Barat III/188 Banyumanik. (Majelis Ta’lim Ibu-ibu Al-Iman, bapak-bapak silahkan hadir).
  3. Ba’da Isya’ di Majelis Ta’lim Fathimah Zahra, Jl. Malabar no 7, Semarang. (Masyarakat umum putra-putri).

Catatan Redaksi Sahabat Al-Aqsha: Kenapa Akhirnya Zionis Israel Menyerah?

Benyamin Netanyahu, gembong teroris Zionis Israel melirik siapa? Foto: Telegraph

Benyamin Netanyahu, gembong teroris Zionis Israel melirik siapa? Foto: Telegraph

YOGYAKARTA, Rabu (Sahabat Al-Aqsha): Dalam hitungan menit sesudah Dr Musa Abu Marzuq, tokoh senior Perlawanan Palestina, isyaratkan akan ada gencatan senjata jangka-panjang, segera sumber-sumber Zionis Yahudi mengakui bahwa dua roket Mujahidin jatuh di pinggiran Tel Aviv tanpa sempat terdeteksi sehingga tak ada bunyi sirene meraung seperti biasanya.

Hanya lima menit sebelum akhirnya gencatan senjata resmi diumumkan oleh Mahmoud Abbas pada pukul 19:00 waktu Gaza, kembali roket Mujahidin Al-Qassam M-75 melesat ke Tel Aviv.

Ini hanyalah satu dari sekian banyak tanda, bahwa kalau dengan gencatan senjata ini Mujahidin umumkan kemenangan maka karena memang sesungguhnya mereka menang.

Dengan gencatan jangka panjang ini, blokade atas Gaza akan dicabut, wilayah para nelayan mencari ikan akan diperluas, dan pihak zionis sudah berjanji akan hentikan pembunuhan targeted assassinations terhadap pimpinan Mujahidin dan aktivis. Betul bahwa sejumlah tuntutan yang memang adalah hak rakyat Gaza seperti pembukaan kembali bandara dan pelabuhan akan masih dibicarakan dalam waktu sebulan ini.

Namun semua tanda yang ada menunjukkan: Mujahidin yang dipimpin oleh Hamas menang, Zionis Israel dan Benjamin Netanyahu kalah. Kalah. Kalah.

Beberapa Catatan Penting:

PERTAMA, RAKYAT YAHUDI ZIONIS SEMAKIN MERASA GAGAL DAN KETAKUTAN  Continue reading

Syi’ah Detected! Paham Sesat Syi’ah Masuk ke Buku PAI SMK

Ajaran sesat Syi’ah sudah mulai berani merusak umat Islam di Indonesia, baik itu secara terang-terangan maupun dengan “mengumpet” di balik ajaran taqiyah-nya (dusta).

Yang mencengangkan adalah masuknya paham sesat Syi’ah di Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMK Kelas XI kurikulum 2013.

Dalam buku tersebut terdapat pemaknaan kata ‘ulil amri’ yang menyerupai pemahaman kelompok sesat tersebut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa makna ulil amri adalah sebagai berikut:

“Para ulama berbeda pendapat tentang maknanya. Ada yang berpendapat bahwa maksud kata ‘penguasa’ adalah imam-imam di kalangan ‘ahlul bait’ (keluarga Nabi saw. dari keturunan Ali dan Fatimah), ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah ‘penyeru-penyeru’ pada kebaikan dan ada pula yang berpendapat ‘pemuka-pemuka agama yang diikuti kata-katanya’.”

Syiah detectedPenjelasan “ulil amri” dengan pemahaman bahwa mereka adalah imam-imam Syi’ah bukanlah pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah, melainkan pendapat yang berasal dari tradisi Syi’ah.

Jika merujuk pada Tafsir Departemen Agama Republik Indonesia penjelasannya adalah sebagai berikut, Continue reading

Zionis Yahudi Kembali Serang Gaza (Palestina), Mengapa?

gaza 2

 

Ada yang menarik untuk dicermati dari kelakuan keji Zionis Yahudi ke Gaza, Palestina. Media-media nasional mengatakan jika penyerangan yang dilakukan ke Gaza adalah bentuk respon Zionis Yahudi atas koalisi pemerintahan Hamas dengan Fatah, dua kekuatan politik di Palestina.

Mereka (media) tidak yakin jika penyerangan itu dilakukan karena balas dendam atas terbunuhnya 3 pemuda Zionis Yahudi di Tepi Barat, Palestina. Alasannya, jika balas dendam, mengapa yang diserang justru Gaza? Mengapa bukan pelaku yang diserangnya? Sekali lagi, media nasional yang saya tonton itu berkeyakinan, jika penyerangan itu merupakan respon atas koalisi pemerintahan Hamas dan Fatah. Continue reading

Terima Kasih, Palestina!

Orang-orang Palestina ketika ditanya mengapa mereka tidak pergi saja dari sana dan mengungsi ke negara tetangga — karena cobaan Yahudi terhadap mereka begitu besar, mereka menjawab begini:

“Jika kami keluar dari tanah ini (Palestina), maka siapa lagi yang akan menjaga masjid suci al-Aqsha? Siapa lagi yang akan menjaga tanah wakaf umat Islam? Biarlah kami tetap di sini, mewakili kalian (seluruh umat Islam di dunia), saudaraku.”

Ini membuat kita begitu tertusuk. Tidakkah kita sadar bahwa mereka di sana sebenarnya sedang mewakili kita melindungi tanah suci Palestina? Menggantikan kewajiban kita menjaga warisan umat? Semoga Allah memuliakan mereka semua.

Terima kasih, Palestina!


Copy Paste dari Grup MDC | Muslim Designer Community