Dia Pernah Ikut Salafy

Saya pernah dengar orang yang mengatakan “dia pernah ikut salafy”. Sebenarnya rada geli dengar perkataan yang demikian. Bagaimana tidak geli, memangnya ada perekrutan untuk menjadi anggota salafy?

Padahal salafy adalah istilah yang menisbatkan dirinya mengikuti manhaj ulama salaf.

Jadi, siapa saja bisa disebut salafy asalkan dalam beragama mengikuti apa-apa yang telah ditempuh oleh para ulama salaf dalam memahami al-Qur’an dan as-Sunnah.

Kalau sekarang sudah tidak lagi salafy, lantas siapa (ulama) yang kamu ikuti?

_______
Ahad, 29-06-1436 H

Advertisements

Cermin Semangat Menuntut Ilmu Syar’i

Qais ibn Kasir pernah menceritakan:

Suatu ketika, datanglah seorang laki-laki dari kota Madinah ingin bertemu dengan Abu al-Darda’ radhiyallahu ‘anhu yang berada di Damaskus. Setelah bertemu, Abu al-Darda’ bertanya kepadanya,

“Apa yang menyebabkanmu datang kemari, wahai saudaraku?” la menjawab, “Karena sebuah  hadits yang sampai kepadaku bahwa engkaulah yang telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”

Abu al-Darda’ radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Apakah engkau datang untuk urusan perdagangan?” la menjawab, “Tidak.”

Abu al-Darda’ meneruskan, “Apakah engkau ingin bertemu denganku karena ada keperluan tertentu?” la menjawab, “Tidak.” Abu al-Darda’ mengatakan, “Apakah engkau datang untuk tujuan mencari suatu hadits?” la menjawab, “Benar.”

Lalu beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا من طرق الجنة وإن الملاىٔكة لتضع أجنحتها رضا لطالب العلم وإن العالم ليستغفر له من في السموات و من في الارض والحيتان في جوف الماء وإن فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على ساىٔر الكواكب وإن العلماء ورثة الأنبياء وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما ورثوا العلم فمن اخذه أخذ بحظ وافر
(رواه الترمذى و ابو دود)

Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan tempuhkan jalan menuju Surga, dan sungguh para malaikat mereka meletakkan sayap-sayapnya karena ridha dengan para penuntut ilmu, dan sungguh orang yang berilmu akan didoakan kebaikan oleh semua penduduk langit dan penduduk bumi, sampai pun ikan di lautan, dan keutamaan penuntut ilmu dibandingkan dengan seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaan (sinar) bulan di malam purnama atas seluruh bintang-gemintang. Dan sungguh para ulama adalah ahli waris para nabi, sedang para nabi mereka tidak meninggalkan dinar dan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu; siapa yang mengambilnya berarti ia telah mengambil bagian yang banyak.”

~ Abu Darda’ Cendekiawan Umat ini

Bunga Bank itu RIBA

Dalam bahasa Arab bunga bank itu disebut dengan fawaid. Fawaid merupakan bentuk plural dari kata ‘faedah’ artinya suatu manfaat. Seolah-olah bunga ini diistilahkan dengan nama yang indah sehingga membuat kita tertipu jika melihat dari sekedar nama. Bunga ini adalah bonus yang diberikan oleh pihak perbankan pada simpanan dari nasabah, yang aslinya diambil dari keuntungan dari utang-piutang yang dilakukan oleh pihak bank.

Apapun namanya, bunga ataukah fawaid, tetap perlu dilihat hakekatnya. Keuntungan apa saja yang diambil dari utang piutang, senyatanya itu adalah riba walau dirubah namanya dengan nama yang indah. Inilah riba yang haram berdasarkan Al Qur’an, hadits dan ijma’ (kesepakatan) ulama. Para ulama telah menukil adanya ijma’ akan haramnnya keuntungan bersyarat yang diambil dari utang piutang. Apa yang dilakukan pihak bank walaupun mereka namakan itu pinjaman, namun senyatanya itu bukan pinjaman. Mufti Saudi Arabia di masa silam, Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah berkata,

Secara hakekat, walaupun (pihak bank) menamakan hal itu qord (utang piutang), namun senyatanya bukan qord. Karena utang piutang dimaksudkan untuk tolong menolong dan berbuat baik. Transaksinya murni non komersial. Bentuknya adalah meminjamkan uang dan akan diganti beberapa waktu kemudian. Bunga bank itu sendiri adalah keuntungan dari transaksi pinjam meminjam. Oleh karena itu yang namanya bunga bank yang diambil dari pinjam-meminjam atau simpanan, itu adalah riba karena didapat dari penambahan (dalam utang piutang). Maka keuntungan dalam pinjaman dan simpanan boleh sama-sama disebut riba.

Tulisan singkat di atas diolah dari penjelasan Syaikh Sholih bin Ghonim As Sadlan –salah seorang ulama senior di kota Riyadh- dalam kitab fikih praktis beliau “Taysir Al Fiqh” hal. 398, terbitan Dar Blancia, cetakan pertama, 1424 H.

Dari penjelasan di atas, jangan tertipu pula dengan akal-akalan yang dilakukan oleh perbankan Syari’ah di negeri kita. Kita mesti tinjau dengan benar hakekat bagi hasil yang dilakukan oleh pihak bank syari’ah, jangan hanya dilihat dari sekedar nama. Benarkah itu bagi hasil ataukah memang untung dari utang piutang (alias riba)? Bagaimana mungkin pihak bank syariah bisa “bagi hasil” sedangkan secara hukum perbankan di negeri kita, setiap bank tidak diperkenankan melakukan usaha? Lalu bagaimana bisa dikatakan ada bagi hasil yang halal? Bagi hasil yang halal mustahil didapat dari utang piutang.

Penilaian kami, bagi hasil dari bank syariah tidak jauh dari riba. Ada penjelasan menarik mengenai kritikan terhadap bank syariah oleh Dr. Muhammad Arifin Baderi hafizhohullah yang diterbitkan oleh Pustaka Darul Ilmi. Silakan dikaji lebih lanjut.

Jika bunga bank itu riba, artinya haram, maka haram dimanfaatkan. Bagi yang dalam keadaan darurat menggunakan bank untuk penyimpanan uang, maka bunga bank tersebut haram dimanfaatkan. Para ulama katakan bahwa bunga bank tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi, namun disalurkan untuk kepentingan sosial seperti pembangunan jalan, dan semacamnya. Baca pemanfaatan bunga bank di sini.

Wallahu waliyyut taufiq.


Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc
Pagi hari di Ummul Hamam, Riyadh KSA
23 Syawal 1432 H (21/09/2011)
www.rumaysho.com

Continue reading

Tutorial Buka Situs Islam yang Diblokir

HP Android Anda tidak bisa buka situs-situs berita Islam yang sedang
diblokir oleh musuh-musuh Islam?

Tidak usah panik karena khawatir ketinggalan berita Islam…!

Kabar gembira bagi pengguna Android…

Situs-situs tersebut hakikatnya tidak ditutup, tapi hanya diblokir oleh
operator penyedia layanan internet atas permintaan musuh-musuh Islam
akibatnya akses masyarakat ke situs-situs tersebut diblokir sehingga
situs-situs tersebut tidak bisa diakses.

Bagaimana solusinya? Di HP Android Anda masing-masing ada solusinya!!!

Silahkan install aplikasi VPN Master(Free unblock proxy) di HP Android
Anda cukup dengan klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=free.vpn.unblock.proxy.vpnmaster

Setelah terinstall,

1. Jalankan aplikasi.
2. Tekan tombol lingkaran yang bertuliskan “Touch to connect”
3. Centang kotak disebelah tulisan “Saya mempercayai aplikasi ini.”
4. Tekan tombol OK.
5. Ditunggu hingga proses setting selesai.
6. Tombol lingkaran berubah tulisan menjadi “Connected”.
7. Keluar dari aplikasi dan pastikan di bagian atas layar Android Anda
ada gambar kunci.
8. Silahkan dibuka lagi situs-situs berita Islam yang diblokir.

Bagi pengguna komputer Windows atau Linux silahkan download “Tor
Browser” di: https://www.torproject.org

Tinggal download saja dan diekstrak, tanpa harus diinstall.

Raihlah amal shalih dengan menyebarkan tutorial ini

Besok Makan Pakai Apa?

Sobat, pernahkah kita bertanya dalam hati kita masing-masing, “Besok makan pakai apa?”. Bagi yang berduit mungkin pertanyaan semacam ini tidak sulit untuk dijawab. Justru jawabannya semacam pilihan ganda yang boleh dipilih semua dan tidak ada pilihan salah. (a) daging sapi (b) daging ayam (c) ikan gurami (d) telur. Hingga mungkin pilihannya berganda-ganda sampai (z).

Namun, bagi yang pas-pasan. Untuk menjawab pertanyaan semacam ini mirip dengan menjawab soal uraian. Butuh analisa panjang. Jika makan ini dan itu, bagaimana dengan kebutuhan yang lain.

Nah sobat, pernahkah kita juga bertanya dalam hati kita, “Nanti shalat pakai apa?”. Continue reading

Datangi Rumahnya Aja Lagi

Selepas shalat sunnah ba’diyah Isya’, ustadz menceritakan pada kami bahwa ada mahasiswa yang menghubungi beliau lewat sms untuk mengisi acara bedah buku. Ustadz membiarkan sms itu.

Mungkin karena merasa smsnya tidak ada jawaban, mahasiswa itu kemudian menelepon beliau. Mahasiswa itu meminta beliau untuk mengisi bedah buku. Menanyakan kesediaan, bisa atau tidak.

Beliau tidak langsung memberikan jawaban. Beliau mempersilahkan mahasiswa tersebut untuk datang langsung ke rumah, meskipun belum ada suratnya. Biar pembicaraan mengenai segala sesuatunya terkait materi atau buku yang akan dibedah lebih jelas dan matang. Juga agar tahu apakah materinya termasuk berat atau ringan.

Sebenarnya beliau sedikit tidak enak jika urusan serius dihubungi lewat telepon, apalagi sms. Bukan karena apa-apa, tapi karena beliau memiliki kesibukan yang sangat. Pagi-pagi ngajar ngaji, siang ngajar kuliah, malamnya ngajar ngaji lagi.

Kata beliau, hal ini biar jadi pelajaran agar bisa menghargai orang lain.

Makanya ketika dahulu saya dititipi untuk nembung beliau jadi pemateri, saya tidak mau. Silahkan datang sendiri dan nembung.

[] Ibrahnya:

Bagi teman-teman yang mau mengundang siapapun jadi pemateri, usahakan bertamu langsung ke rumahnya. Lebih-lebih jika sebelumnya belum pernah mengundangnya, karena tipe orang berbeda-beda. Jangan dipukul rata.

Tiap orang juga memiliki kesibukan yang beragam yang mungkin menyebabkan tidak sempat jawab sms atau angkat telepon. Apalagi kalau rumahnya dekat, datang saja ke rumahnya lagi.

Bolehlah lewat sms atau telepon kalau memang sudah terbiasa sebelumnya, atau karena tidak memungkinkan untuk bertemu karena jaraknya yang jauh.

Semoga kita lebih bisa menjaga adab dan menghargai orang lain. Aamiin.

Continue reading

Hasil Tidak Akan Menghianati Usaha

Akhir-akhir ini, media-media nasional terlihat sangat semangat memberitakan isu radikalisme dan terorisme. Uniknya, isu seperti ini di-blow up bersamaan dengan isu-isu heboh negeri ini. Tetapi, nampak bahwa isu terorisme lebih dipilih oleh media. Sehingga isu-isu yang lain tenggelam. Mungkin lebih menjual keleus ya.

Bahkan, sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan terorisme dijadikan kambing hitam. Celana ngatung, jenggot, kalau wanita berarti yang bercadar, gemar ke masjid. Mungkin orang yang pergi ke timur tengah juga akan langsung dituduh mau jadi teroris. Ini kan ngeri-ngeri sedap.

Seolah-olah media mengatakan bahwa orang yang celananya ngatung, jenggotan, cadaran, sering ke masjid itu lebih berbahaya daripada preman, pemabuk, begal, dan lain sebagainya.

Sehingga jangan heran jika ada orang yang takut pada orang berjenggot daripada takut pada orang yang bertato. Lebih takut pada orang yang gemar ke masjid daripada takut pada orang yang gemar dugem. Lebih takut pada orang yang rajin baca al-Qur’an daripada takut pada orang yang hobi baca buku-buku klenik. Dan lain-lain.

Oleh karenanya, jika ada sesuatu pada diri kita yang dijadikan sebagai ciri-ciri teroris, sabarlah. Tetaplah berbuat baik kepada sesama. Tebarkan senyum. Tunjukkan bahwa orang yang demikian tidak menyeramkan. Karena sunnah Rasulullah memang mengajarkan demikian. Berusaha semampu kita untuk menjelaskan bahwa itu bukan ciri teroris.

Percayalah bahwa hasil tidak akan menghianati usaha kita, begitu kata dosenku. Apalagi usaha yang disertai doa.

# aku dudu teroris :p

 

_____
Rabu, 04-06-1436 H

Keputusan yang Terdengar Putus-putus

Ketika ada orang lain yang membuat keputusan pribadi, sebenarnya bukan urusan kita untuk ikut campur. Biarlah ia membuat keputusannya sendiri. Mungkin ia yakin bahwa keputusannya itulah yang terbaik. Sehingga tak etis jika kita ikut campur. Dan, “campurilah” jika memang kita diminta untuk memberikan pertimbangan.

Akan tetapi apabila tingginya rasa penasaran kita, bolehlah tanya-tanya. Tapi tanyalah langsung pada si pembuat keputusan –walaupun kadang-kadang ada rasa tidak enak–. Atau pada orang yang kredibel. Tidak pada orang lain yang juga masih menduga-duga. Agar informasi tentang keputusan yang diambil teman kita tidak terdengar putus-putus, lebih komprehensif.