Keresahan Akhir Tahun

Setiap menjelang akhir tahun entah mengapa suasana mulai menjadi “panas”, padahal setiap akhir tahun biasanya akan mulai musim hujan. Buktinya semalam turun hujan.

Setiap akhir tahun –sejak dua tahun yang lalu– teringat akan perkataan seseorang, “Kampus X pemilihan ketua BEM-nya masih menggunakan musyawarah, belum demokratis.”

Kampus X yang dimaksud adalah salah satu kampus swasta yang ada di Indonesia. Kampus yang dimaksud, dalam pemilihan ketua BEM-nya memang masih menggunakan sistem musyawarah. Artinya pemilihan ketua BEM dipilih melalui proses musyawarah, bukan dengan pemilu atau voting (sistem demokrasi).

Jika kita menilik kampus-kampus negeri, sebagian besar atau hampir semua menggunakan sistem demokrasi (pemilu atau voting) dalam pemilihan ketua lembaga kemahasiswaannya. Apalagi di beberapa kampus sudah menerapkan sistem partai.

Menarik untuk mencermati pernyataan dari perkataan di atas. Kami pribadi melihat pernyataan di atas ada judge dari seseorang tersebut bahwa pemilihan ketua yang baik adalah dengan cara demokrasi, yaitu (menurutnya) pemilu alias voting daripada musyawarah.

Benarkah asumsi tersebut?

Dalam konteks lingkungan kampus, sistem pemilihan ketua lembaga kemahasiswaan dengan cara pemilu atau voting memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:

Pertama, sistem demokrasi yang diterapkan dalam bentuk pemilu memungkinkan terjadinya perpecahan di kalangan mahasiswa. Diakui atau tidak, pada saat kampanye dilakukan sangat besar kemungkinannya saling menjatuhkan lawan politiknya. Entah itu dilakukan dengan tersurat atau tersirat. Dengan membangun opini-opini untuk menakut-nakuti mahasiswa yang kemudian opini tersebut sangat mudah menyebar ke kalangan mahasiswa, baik aktivis maupun yang tidak aktif di organisasi sekali pun.

Misalnya, jika yang jadi ketua orang ini, maka akan bla bla bla, dan seterusnya.

Kedua, Continue reading

Peran Pemuda Islam

Saat muda merupakan waktu yang memungkinkan kita untuk banyak berbuat. Pada saat muda itulah kita masih memiliki semangat yang membara, energi masih cukup dan stamina tubuh yang masih fit. Berbeda dengan ketika sudah tua. Contohnya orang-orang yang sudah tua yang ada di sekitar kita, mereka sudah tak mampu lagi untuk berbuat ekstra, layaknya ketika mereka masih muda. Jadi, sepertinya tidak pantas jika pemuda bermalas-malasan dalam menjalani hidup, apalagi dalam berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan dirinya sendiri. Continue reading