Fawaaid Kajian Riyadhus Shalihin Bab Taubat Pertemuan ke 7

Pada pertemuan kali ini masuk pada pembahasan hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id, Sa’d bin Malik bin Sinan Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu (Muttafaq ‘alaih) –silahkan merujuk pada hadits tersebut pada kitab Riyadhus Shalihin.

Adapun pelajaran yang dapat diambil:

  1. Dalam menjelaskan sesuatu, dengan memberikan contoh akan lebih mudah diterima.
  2. Diperbolehkan membicarakan Bani Israil (Israiliyat) jika itu shahih.
  3. Di dalam jiwa manusia memiliki kebaikan –fitrahnya manusia adalah baik. Sedangkan keburukan adalah sesuatu yang masuk.
  4. Adanya sedikit ilmu lebih utama daripada ahli ibadah tetapi sedikit ilmu.
  5. Manakala ada orang datang kepada kita, menanyakan sesuatu dan kita tidak tahu, kita jawab “Saya tidak tahu” itu merupakan bagian dari ilmu. Karena jika jawabannya (fatwa) salah maka akan menyesatkan yang ditanya dan yang bertanya.
  6. Ahli ibadah kebaikannya untuk diri sendiri saja, sedangkan ahli ilmu kebaikannya untuk dirinya sendiri dan orang lain.
  7. Orang yang berilmu akan berjalan di atas cahaya kebenaran.
  8. Orang yang berilmu hendaknya memberikan kabar gembira kepada orang yang sedang bertaubat.
  9. Kemampuan malaikat –dengan izin Allah– berubah menjadi manusia.
  10. Disyariatkan untuk berhijrah dari tempat yang tidak memungkinkan/bisa untuk beribadah kepada tempat yang memungkinkan untuk beribadah.
  11. Meninggalkan perbuatan yang dapat menyebabkan untuk berbuat kembali dosa (yang sudah di-taubat-i).
  12. Bergaul dengan orang berilmu dan bertaqwa.
Advertisements

Fawaaid Kajian Riyadhus Shalihin Bab Taubat Pertemuan ke 5

Berikut fawaaid (faedah-faedah) yang dapat kami himpun dari kajian kitab Riyadhus Shalihin Bab Taubat pertemuan ke 5 yang disampaikan oleh Ustadz Abu Sabila hafizhahullah pada hari Rabu, 17 Desember 2014 pukul 20.00 – 21.00 WIB di Masjid At-Taqwa Gunungpati, Semarang.

Disampaikan oleh beliau hafizhahullah salah satu hadits mengenai taubat dalam kitab Riyadhus Shalihin sebagai berikut: Continue reading

Apa itu Taubat?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apa itu Taubat?

Jawaban:
Taubat adalah kembali dari bermaksiat kepada Allah menuju ketaatan kepadaNya.

Taubat itu disukai oleh Allah سبحانه و تعالى, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqarah: 222).

Taubat itu wajib atas setiap mukmin,
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.” (At-Tahrim: 8).

Taubat itu salah satu faktor keberuntungan,
“Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31).

Keberuntungan ialah mendapatkan apa yang dicarinya dan selamat dari apa yang dikhawatirkannya. Continue reading