Doa Nabi Ibrahim ‘Alaihissalaam

Sudah ma’lum di kalangan orang beriman bahwa doa merupakan senjata yang ampuh. Namun, doa-doa seperti apa yang sering kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Pernahkah kita berdoa agar dijauhkan dari kesyirikan? Sungguh indah doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissalaam dan patut kita contoh disetiap doa-doa kita:

رب اجعل هذا البلد امنا واجنبني وبني أن نعبد الأصنام

Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan JAUHKANLAH aku beserta anak cucuku daripada menyembah ashnaam*

*Ashnaam merupakan apa-apa yang dipahat semisal patung, batu, dll atau secara umum adalah berhala (Faidah Dauroh Aqidah Ust. Utsman Abu Abdirrahman).

Semoga kelak kita dimatikan dalam keadaan bertauhid. Aamiin

Bahaya Syirik

Gambar nahimunkar.com

Keharusan bagi setiap muslim, setelah dia mengenal perkara yang ha  q adalah mengenal lawannya, yaitu perkara yang batil; bukan untuk mengamalkan kebatilan tersebut, melainkan untuk menjauhinya. Sahabat yang mulia Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Manusia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perkara-perkara yang baik, sedangkan aku bertanya tentang keburukan karena aku takut akan mendapatinya,”1

Setelah kita mengenal tauhid beserta semua kebaikannya, kita harus mengenal lawannya, yaitu syirik beserta segala keburukannya, sebagaimana dikatakan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam:

وإذ قال إبرهيم رب اجعل هذا البلد ءامنا واجنبنى وبني ان نعبد الاصنام

رب انهن اضللن كثيرا من الناس ۖ فمن تبعنى فإنه منى ۖ ومن عصانى فإنك غفور رحيم

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, “Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia.” (QS. Ibrahim: 35-36) Continue reading

#Dakwah Tauhid

#Dakwah Tauhid

#Dakwah Tauhid

Ibadah adalah hakekat (tauhid), sebab pertentangan yang terjadi antara Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam dengan kaumnya adalah dalam masalah tauhid ini.

Mengutip dari kitab Tauhid, karya Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi

Tujuan Penciptaan Manusia

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, setiap insan hidup di alam dunia ini untuk sebuah tujuan yang jelas. Sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Tujuan ini akan terwujud apabila seorang hamba mau tunduk kepada perintah Allah dan ajaran-ajaran-Nya. Ibadah kepada Allah akan bisa terlaksana apabila seorang insan mau menundukkan pikiran dan perasaannya kepada wahyu yang Allah turunkan kepada rasul-Nya. Oleh sebab itu, Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada rasul itu sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. An-Nisaa’: 80)

Oleh sebab itu Continue reading