Membatasi Pertemanan di Facebook, Bukan Memutus Tali Silaturahim

pertemanan fb

Bismillaah

Facebook yang berkembang begitu pesat menyeret semua pengguna asyik untuk memainkannya. Penggunanya, tidak pandang, apakah laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan tua sekalipun seakan tidak ada sekat untuk saling berkomunikasi lewat dunia maya yang satu ini melalui fasilitas pertemanan yang ada.

Sangking bebasnya, banyak orang berteman dengan orang yang tidak dikenalnya. Tidak ada masalah untuk berteman di facebook dengan siapa saja asalkan bisa menjaga diri. Jangan mudah tertipu dengan modus penipuan, penculikan, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, pertemanan yang bebas ini kadang menjadikan teman yang dekat di dunia nyata justru jauh di dunia maya. Sebaliknya, yang jauh di dunia nyata (tidak kenal) justru dekat di dunia maya (kadang-kadang sok kenal).

Selain itu, pertemanan yang tidak diketahui latar belakangnya siapa dia kadang menyebabkan sebel karena status-status yang tidak penting, galau, dan lain-lain.

Status-status tidak penting yang dibuat oleh teman yang dikenal di dunia nyata masih bisa ditoleransi, karena kita kenal orangnya dan mengerti kepribadian yang sebenarnya. Akan tetapi jika itu dibuat oleh teman facebook yang tidak dikenal, kadang bikin illfeel.

Oleh karena itu, saya pikir membatasi pertemanan di facebook jadi solusi yang tepat. Membatasi pertemanan, bukan memutus tali silaturahim. Karena justru jika pertemanan tidak dibatasi, kemungkinan bisa memutus tali silaturahim dengan teman yang sudah dikenal di mana kita lebih asyik berinteraksi dengan orang yang sebenarnya tidak dikenal.

Maka, secara pribadi saya berhak untuk membatasi pertemanan. Saya menerima pertemanan dengan:

  1. Orang yang saya kenal atau kenal saya, minimal pernah bertemu.
  2. Tidak kenal atau belum pernah bertemu tetapi statusnya bermanfaat.

Bukan maksud saya merasa sok penting, lebay, dan lain-lainnya. Saya pikir ini yang lebih baik.

So, mohon untuk saling menghormati keputusan masing-masing.

Advertisements